5 Jenis Sumur Bor & Keunggulannya

Ternyata sumur bor tidak hanya satu jenis saja. Ada macam-macam jenis sumur bor dengan fungsi dan keunggulan masing-masing.

Sebagian besar penduduk di perkotaan lebih memilih sumur bor sebagai sumber air. Baik untuk rumah tangga, industri maupun instansi. Ternyata ada macam-macam jenis sumur bor yang dapat dipilih. Sesuai dengan kontur tanah, kondisi pemukiman, anggaran dana serta kebutuhan.

Disebut sumur bor karena proses pembuatannya menggunakan alat khusus dan mesin bor. Mata bor dimasukkan ke dalam tanah secara vertikal hingga mengenai sumber mata air pada kedalaman tertentu. Sumur jenis ini tidak memerlukan waktu lama dalam pembuatannya. Lahan yang dipakai pun lebih sedikit dibanding sumur galian.

Macam-Macam Sumur Bor

Setiap jenis sumur bor memiliki perbedaan dari jenis mesin yang digunakan, proses pembuatan hingga kedalamannya. Berikut ini adalah macam-macam jenis sumur bor yang lazim dipakai masyarakat.

Sumur Bor Submersible

Sumur bor submersible disebut juga sumur bor dalam (deep well) atau sumur bor satelit. Sumur jenis ini memiliki kedalaman 80 hingga 150 meter di bawah permukaan tanah. Disebut submersible karena pengoperasiannya tidak lagi menggunakan pompa centrifugal atau mesin jet pump. Melainkan mesin submersible yang dimasukkan ke dalam sumur dan terendam di air. Mesin ini mampu mendorong air hingga menyembur ke permukaan, bahkan lebih kuat dari pompa jetpump.

Sumur ini menghasilkan air yang lebih banyak dan lebih dalam, sehingga cocok untuk memenuhi kebutuhan air yang lumayan besar. Dari segi biaya jenis sumur ini memang lebih mahal karena peralatan yang dibutuhkan memang lebih banyak. Pembuatnya pun harus mereka yang benar-benar ahli.

Sumur Bor Jet Pump

Sumur jet pump rata-rata memiliki kedalaman 20-45 meter. Pengoperasiannya menggunakan mesin jet pump atau pompa hisap yang menarik air dari dalam sumur hingga ke permukaan. Pengambilan tanah dilakukan pada kedalaman 16 hingga 32 meter. Tergantung kedalaman sumur.

Sumur bor jenis ini adalah yang paling banyak digunakan untuk perumahan, terutama di perkotaan. Karena harganya relatif terjangkau dan tidak memerlukan waktu lama dalam pembuatannya.

Namun di lingkungan yang lebih padat terjadi penurunan kualitas air karena pencemaran. Selain itu terjadi pula penurunan permukaan air tanah, dimana air semakin langka. Solusinya adalah memperdalam sumur hingga lebih dari 45 meter. Atau mengganti sumur jet pump menjadi sumur submersible.

Sumur Bor Semi Jet Pump

Hampir sama dengan sumur jet pump, sumur bor jenis semi jet pump juga menggunakan mesin pompa untuk menarik air ke permukaan. Bedanya, jenis semi jet pump lebih dangkal, hanya sekitar 10 hingga 30 meter saja.

Air yang dihasilkan pun biasanya tidak terlalu banyak sehingga sumur jenis ini hanya cocok untuk instalasi atau bangunan yang tidak membutuhkan banyak air. Misalnya WC umum, rumah tipe kecil, atau musala.

Sumur jenis ini tidak cocok digunakan di pemukiman perkotaan yang padat karena pada kedalaman 30 meter biasanya belum ditemukan mata air. Kalaupun ada, air yang didapat tidak jernih dan rawan tercemar.

Sumur Bor Artesis

Sumur artesis sama seperti sumur submersible, merupakan jenis sumur bor yang lebih modern dengan hasil debit air yang lebih banyak. Namun sumur artesis memiliki kedalaman yang jauh melampaui sumur submersible, bahkan hingga kedalaman 250 meter.

Mata bor yang digunakan untuk melubangi tanah lebih kuat dan mampu menembus lapisan-lapisan tanah, kerikil, bahkan bebatuan besar di dalam tanah hingga mencapai cadangan mata air. Pada kedalaman ini, mesin pompa tidak dibutuhkan lagi karena tekanan air sudah cukup besar untuk mendorong air hingga ke permukaan.

Sumur artesis biasanya digunakan sebagai sumber air bagi banyak instalasi dan bangunan sekaligus. Misalnya komplek perumahan, pabrik dan perkantoran. Proses pembuatannya cukup sulit dan berbahaya, sehingga membutuhkan jasa profesional.

Sumur Bor Kompresor

Sumur kompresor hampir sama dalamnya dengan sumur submersible. Yaitu sekitar 40 hingga 120 meter. Pengoperasiannya menggunakan mesin kompresor, yaitu mesin yang dapat menghembuskan angin ke dalam pipa PVC. Tekanan angina ini akan membuat air naik ke atas hingga permukaan.

Karena lebih dalam, kualitas air yang didapat cenderung lebih baik. Namun kelemahannya, debit air yang dihasilkan tidak konstan.

Demikianlah macam-macam jenis sumur bor. Dibedakan berdasarkan kedalaman sumur serta cara pengoperasiannya. Semoga bermanfaat.