Bagaimana Membuat Huruf Timbul Berbeda Warna pada Siang dan Malam Hari?

Huruf timbul memiliki karakter desain yang menonjol. Teknologi saat ini semakin berkembang yang memungkinkan huruf timbul memiliki warna berbeda saat siang dan malam. Huruf dengan dua warna tersebut meningkatkan nilai artistik sehingga orang yang melihatnya akan tertarik.

Selain itu, warna yang berubah pada malam hari pasalnya tidak selalu terlihat baik seperti pada siang hari, begitu pula sebaliknya. Dengan begitu, teknologi saat ini menciptakan kombinasi warna yang baik, agar terlihat menarik saat siang maupun malam hari. Berikut ini adalah faktor-faktor penting untuk membuat huruf timbul berbeda warna pada siang dan malam hari.

Menggunakan Perforated Vinyl

Warna yang berbeda pada huruf timbul dapat dihasilkan dengan menggunakan film perforated vinyl yang diaplikasikan pada permukaan huruf tersebut. Film tersebut berwarna hitam dengan struktur micro-perforations. Dengan ini, saat siang hari warna huruf timbul berwarna abu-abu gelap, meski dengan mata biasa warna tersebut terlihat hitam. Tetapi saat berganti malam, cahaya lampu LED akan menembus micro-perforations dan menciptakan warna putih cerah yang memantulkan cahayanya ke huruf timbul tersebut. Tidak hanya putih, pengguna dapat menggunakan warna LED lain untuk meneranginya.

Perforated vinyl atau yang dikenal dengan vinyl berpori ini adalah vinyl hitam dengan lubang-lubang kecil yang memungkinkan cahaya melewati pori pada malam hari. Sehingga melalui saluran tersebut, huruf timbul akan menyala seolah berwarna putih. Teknik perforated vinyl ini sangat bagus digunakan untuk memberikan dua warna berbeda pada siang dan malam hari.

Warna LED yang Sesuai

Warna LED yang sesuai dapat menghasilkan warna yang berbeda dengan cara memperhatikan warna akrilik dan warna LED. Kemudian dicocokan dengan perforated vinyl pada permukaan huruf timbul. Misalnya, untuk memberikan tampilan warna kuning saat malam hari, sedangkan putih pada siang hari, maka LED perlu disesuaikan dengan warna kuning dan permukaan dengan perforated vinyl warna putih.

Metode ini memiliki kekurangan karena bandwith warna yang dipancarkan sedikit. Jika tidak antara akrilik dan LED tidak cocok, maka cahaya tidak dapat menyebar, melainkan terserap. Meskipun sederhana, vinyl berpori sangat memainkan peran yang besar dalam penyebaran warna. Selain itu, dengan penggunaan vinyl ini maka butuh tambahan sekitar 20%-30% modul LED daripada biasanya.

Kombinasi Translucent dan Diffuser Film

Warna huruf timbul yang berbeda saat siang dan malam hari dapat menggunakan akrilik bening. Permukaan dalam akrilik tersebut dipasang dengan kombinasi diffuser film dan translucent film. Hal ini berfungsi untuk memberikan warna saat malam hari. Kemudian, bagian luar huruf timbul ditempel perforated vinyl yang memberikan warna saat siang hari.

Translucent film dikenal sebagai lapisan bening dengan hasil akhir matte yang dibuat agar cahaya tidak dapat melewatinya tanpa tembus pandang. Film ini dapat dioptimalkan untuk digunakan dalam lampu LED. Sedangkan film diffuser digunakan untuk mengatur penyebaran cahaya agar merata. Film ini tidak harus dipakai dalam pembuatan huruf timbul yang berbeda warna. Tergantung pada komposisi penyusunannya.

Huruf timbul berbeda warna pada siang dan malam hari ini tentunya akan menarik bagi tempat usaha. Apalagi dengan menggunakan perforated vinyl atau vinyl berpori jauh lebih aman dan terang dibandingkan menggunakan gas neon. Bahkan jauh lebih ramah lingkungan dan biaya perawatannya jauh lebih murah. Pemasangannya pun lebih mudah dan lebih awet untuk jangka waktu yang lama.

error: Error..!!